Selasa, 23 Februari 2021

persiapan UTS genap

 siswa siswa silahkan meringkas materi ibu dari awal semester genap ya bolahe dari lks bolaeh dari gooegleclassroom di buku tulis dan kirim ke wa 

Kamis, 18 Februari 2021

siklus 3.3 display xi fixture

 

Siklus 3.3 kelas xi

Fixture yang digunakan pada penataan produk:

·     Pengertian fixture

·     Perancangan fixture

·     Jenis fixture

ü  Angle – plate fixture

ü  Vise – jaw fixture

ü  Indexing fixture

ü  Multi – station fixture

 

 

 

Penataan dalam produk penting untuk memudahkan pembeli mencari barang yang mereka butuhkan, Penataan produk bisa menggunakan fixtureFixture adalah alat untuk menempatkan produk atau disebut dengan rak.

 

 

PRODUK FASHION

1.    Pengertian Produk Fashion

Pengertian produk fashion adalah sebuah produk yang mempunyai ciri – ciri khusus yang tepat dan mewakili style yang sedang tren dalam suatu kurun waktu tertentu. Fashion

merupakan tanda dari dari suatu periode waktu, seringkali fashion menggambarkan kebudayaan, perasaan, pemikiran, dan gaya hidup orang – orang dalam satu kurun waktu.

 

2.    Karakteristik Produk Fashion

Sebuah produk dikatakan “fashionable” jika produk – produk tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Konsumen bersedia untuk meluangkan waktu, uang dan tenaganya untuk

memperoleh produk ini

  • Merupakan produk yang dapat mempertinggi image retailer dan traffic konsumen
  • Merupakan produk berbeda dengan produk sejenis (dalam hal style) yang dikeluarkan oleh kompetitor

 

3.    Kriteria Barang Fashion

Barang fashion kriterianya ada yang disebut barang putus (barang yang dibeli dengan sistem putus, artinya segala sesuatu setelah barang tersebut dibeli menjadi resiko pembeli) dan barang konsinyasi (barang milik suplier yang dititipkan

 

4.    Ukuran  Ukuran Produk Fashion

Kriteria pemilihan fashion dapat dipilih melalui pemilihan warna, tekstur dan style.

Dalam warna terdapat sifat warna, yaitu kesamaan yang ditimbulkan oleh warna tersebut. Sifat warna meliputi:

warm colour, cool colours dan neutrals. Style atau gaya adalah karakter atau ciri – ciri khusus yang membedakan satu produk fashion dengan produk yang lainnya dan mempengaruhi opini konsumen tentang suatu gaya yang sedang populer. Selain itu kriteria dan elemen pemilihan produk fashion adalah pemilihan praktis produk fashion, pengepasan dan kamar pas, kepantasan (apropriateness), merek (branded), ketahanan dan perawatan bahan atau kain dan kerapihan

 

SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURE) PENATAAN PRODUK FASHION

SOP dalam penataan produk fashion untuk visual merchandising langkah – langkahnya adalah pengetahuan prinsip penataan, pelabelan, dan pendisplayan.

 

1. Prinsip penataan barang fashion

Prinsip barang fashion meliputi penataan barang baru, penataan barang yang tidak lengkap, wagon display, penggunaan fixture kombinasi antara rak – rak T – stand, penggunaan bracket dan hook khusus di pilar apabila stok barang sedang dalam keadaan menurun atau sedikit, pemajangan sepatu dan sandal pria wanita, pemajangan sepatu anak, pemajangan sepatu bayi, pemajangan tas, pemajangan ikat pinggang dan pemajangan aksesori.

 

2. Labelling

Langkah pertama dalam melakukanvisual merchandising dengan pendisplayan barang fashion adalah pelabelan. Setiap barang yang datang ke gudang, baik dari DC maupun dari suplier (pemasok) harus melalui proses pelabelan (menempelkan label pada harga tag).

3. Display

Langkah kedua dalam visual merchandising penataan barang fashion adalah pendisplaan. Langkah – langkah pen display an produk fashion diantaranya adalah penentuan kriteria, teknik pemajangan, dan penggunaan lemari kaca atau showcase.

4. Alat bantu display fashion

Alat bantu display produk fashion adalah sebagai berikut :

Fixture, t-stand, gawang, hanger, dress making, swastika showcase, hambalan, wagon, table presentation, manequine, torso, platform, water fall, back wall, fitting room, bracket, single hook

1.    GAWANG

Gawang adalah media untuk menggantung  hanger  yang bentuknya mirip dengan gawang yang biasanya terdapat dala sebuah toko atau tempat penjualan

1-gawang

2.    HANGER JEPIT

Hanger Jepit adalah hanger yang biasanya digunakan untuk memajang celana,rok,boxer. Dengan menjepitkan sisi bagian kanan dan kiri pakaian pada penjepit yang ada.

2-hanger

3.    T-STAND

T-Stand adalah media untuk  menggantung  hanger  yang berbentuk T.

3-t-stand

4.    STANDING TAS

Standing Tas adalah media untuk mendisplay atau menggantung tas tangan yang terbuat dari besi.

4-standing-tas

5.    WAGON

Wagon adalah box besar  yang digunanakan untuk mendisplay barang yang harganya murah (obral).

5-wagon

6.    TORSO

Torso adalah patung setengah badan yang digunakan untuk mendisplay produk fashion.

torso

 

7.    MANEQUINE

Manequine adalah patung seluruh badan (full body).

7-manequinne

8.    MANEQUINE DRESS

Manequine Dress adalah patung yang digunakan untuk mendisplay dress.

8-manequine-dress

9.    SHOWCASE

Showcase adalah pendingin yang menempel ditembok di pergunakan untuk pendingin priduk sosis dan dairy (produk yang expiredate-nya pendek).

9-showcase

10.                HAMBALAN

Hambalan adalah kayu yang letaknya di bawah sebagai dasar peralatan display
10-hambalan

11.                BACK WALL

Back Wall adalah dinding yang dapat digunakan untuk memajang barang.

11-backwall

12.                BRACKET

Bracket  adalah sebuah alat penyangga televisi plat, yang bisanya dipasang didinding, pilar (tiang), dan Dak (langit-langit). Dengan hanya menggunakan beberapa skrup baut yang di pasang diantara alat tersebut.Alat ini mampu menahan beban yang lebih berat darinya, dengan menggunakan plat baja yang telah di modifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik saat di pasangkan dengan televisi plat.

12-bracket

13.                FITTING ROOM

Fitting Room adalah sebuah tempat atau ruangan yang disediakan oleh sebuah toko atau tempat penjualan dan diperuntukan kepada para pengunjung untuk mencoba pakaian yang ingin atau akan dibelinya.

13-fitting-room

14.                WATERFALL

Waterfall adalah alat untuk menggantungkan pakaian yang berbentuk seperti braket yang mempunyai sekat-sekat untuk menggantungkannya.

14-waterfall

 Tugas kalian adalah mencari tahu definisi dari

Jenis fixture

ü  Angle – plate fixture

ü  Vise – jaw fixture

ü  Indexing fixture

ü  Multi – station fixture

kirimkan jawaban pada GCR ya 

 

Senin, 02 November 2020

karakteristik produk


 Tugas kalian untuk materi ini adalah menyebutkan kembali karakteristik produk supermarket seperti yang dijelaskan dalam video tersebut dengan menggunakan voicenote ke HP ibu.sebutkan nama dan kelas terlebih dahulu ya

Kamis, 22 Oktober 2020

pertemuan 2 after mid klasifikasi produk 2

barang industri KLASIFIKASI BARANG INDUSTRI Barang industri adalah barang-barang yang dikonsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis) untuk keperluan selain dikonsumsi langsung, yaitu: a. Untuk diubah, diproduksi menjadi barang lain kemudian dijual kembali (oleh produsen). b. Untuk dijual kembali (oleh pedagang) tanpa dilakukan transformasi fisik (proses produksi). Barang industri dapat diklasifikasikan berdasarkan peranannya dalam proses produksi dan biaya relatifnya. Ada tiga kelompok barang industri yang dapat dibedakan, yaitu materials and parts, capital items, dan supplies and services. 1. Materials and Parts Yang tergolong dalam kelompok ini adalah barang-barang yang seluruhnya atau sepenuhnya masuk ke dalam produk jadi. Kelompok ini masih dapat diperinci menjadi dua kelas, yaitu bahan baku serta bahan jadi dan suku cadang. a. Bahan baku dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu produk pertanian (misalnya beras, buah-buahan, sayur-sayuran, kapas, termasuk pula produk hewani seperti susu murni dan telur) dan produk -produk kekayaan alam (seperti minyak bumi, biji besi, ikan, kayu, rotan, dan lain-lain). b. Bahan jadi dan suku cadang terbagi atas component materials (misalnya benang, semen, kawat) dan component parts (seperti motor kecil, ban). Biasanya component materials masih perlu diolah lagi, misalnya benang ditenun menjadi kain. Sifat component materials yang terstandarisasi mengakibatkan harga dan keandalan pemasok menjadi faktor pembelian yang paling penting. Sementara itu component parts seluruhnya masuk ke dalam produk jadi tanpa mengalami perubahan bentuk dan sifat, misalnya ban dipasang sepenuhnya pada mobil atau sepeda motor, dan chip semikonduktor dipasang di komputer-komputer. 2. Capital Items Capital items adalah barang-barang tahan lama (long-lasting) yang memberi kemudahan dalam mengembangkan dan/atau mengelola produk jadi. Capital items dibagi menjadi dua kelompok, yaitu instalasi dan peralatan tambahan (accessory equipment). a. Instalasi meliputi bangunan (seperti pabrik dan kantor) dan peralatan (seperti generator, komputer, tangga berjalan, mesin bor, mesin diesel, tungku pembakaran, dan lain-lain). b. Peralatan tambahan terdiri dari peralatan dan perkakas pabrik yang ber sifat portable (seperti perkakas tangan, alat pengangkut) dan peralatan kantor (misalnya mesin ketik, meja kantor). Kedua jenis barang ini tidak menjadi bagian dari produk jadi, tetapi membantu proses produksi. 3. Supplies and Services Yang termasuk dalam kelompok ini adalah barang-barang tidak tahan lama (short-lasting) dan jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan dan/atau mengelola keseluruhan produk jadi. a. Supplies terdiri atas perlengkapan operasi (seperti minyak pelumas, batu bara, pita mesin ketik, pensil) dan bahan pemeliharaan dan reparasi (seperti cat, batu, sapu, sikat). b. Business service terdiri atas jasa pemeliharaan dan reparasi (seperti reparasi mesin ketik, pembersih kaca/ruangan) dan jasa konsultansi bisnis (seperti konsultansi manajemen, hukum, perpajakan, periklanan). ciri ciri produk indstri 1. Pasarannya sempit sehingga pembeli tidak sebanyak consumer goods 2. Dibeli atas dasar quality dan spesifikasi teknik yang menarik bukan atas dasar merk atau prestise pembeli biasanya mempunyai integritas yang tinggi. 3. Produsen lebih condong untuk membeli langsung dari penjualatau producer lainnya Kontak langsung antara pembeli dan penjual perlu sekali karena hal ini memungkinkan untuk penjual membantu pembeli untuk membentuk, mengetahui spesifikasi dan modifikasi yang langsung dibutuhkan. 4. Keputusan untuk membeli tidak dapat langsung diambil karena setiap keputusan harus diambil dari suatu rapat direksi 5. Harganya relatif tinggi 6. Harus ada after sales service. Biasanya pengelompokkan atau pengklasifikasian produk atau barang sebuah toko disebut juga “Merchant” atau Point of Sale (POS) yang disusun sebagai berikut: Merk produk atau pabrik. Jenis produk. Spesifikasi teknik produk. Kualitas produk. Warna produk. .Barang-barang di supermarket Dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu barang supermarket, barang fresh, dan barang fashion. a. Departemen food • Milk and milk product (susu untuk bayi sampai dewasa) • Biscuit (Sejenis wafer dan craker) • Drinks (jenis minuman berenergi, obat, soda, jus) • Canned food (makanan yang diawetkan dalam kaleng) • Snack (makanan ringan) • Seasoning (bumbu-bumbu) • Local basic (Sembilan bahan pokok) • Bakery (roti tawar, roti manis, dsb) • Baking needs (jenis bahan untuk pembuat kue • Candies dan chocolate (permen dan coklat) • Noodles (mie dan jenisnya) • Breakfast (untuk sarapan minum) • Cooking oil (minyak goreng) • Syrup (minuman sari buah) • Dry good (makanan yang diawetkan dengan cara dikeringkan) • Rokok b. Departemen nonfood • Hair care (aneka bahan untuk perawatan rambut) • Body care (aneka bahan untuk perawatan tubuh) • Skin care (aneka bahan untuk perawatan kulit) • Mouth care (aneka bahan perawatan gigi) • Cleaning aid (aneka bahan untuk pembersih dan pengharum lantai) • Insect killer ( pembunuh serangga) • Air freshness (aneka pengharum ruangan) • Tissue and piper produk (aneka tissue dan kelengkapan wanita) • Kosmetik tradisional • Obat-obatan (yang tidak dimakan) c. Depatemen house hold • Electrical (perlengkapan listrik) • Party wear (perlengkapan pesta) • Seasonal goods (barang musiman) • Luggage (tas dan koper) • Hard ware (perlengkapan untuk bengkel) • Souvenir (barang pajangan) • Plastic ware (perlengkapan rumah tangga dan bahan plastic) • Kichen ware (perlengkapan dapur) • Melamine ware (peralatan yang terbuat dari melamin) • Cleaning equipment (perlengkapan kebersihan) • Glass ware (perlengkapan dari kaca atau beling) • Catton goods (kain kartun) d. Department toys • Soft toys (mainan yang lembut untuk perempuan) • Battered operated toys for boys (anrka permainan anak laki-laki) • Games (permanan tradisional dan international) • Education toys the other (mainan utuk penddikan) e. Departemen stationary Semua perlengkapan kantor Semua peralatan tulis dan kantor) Tugas hari ini tuliskan 3 contoh masing masing merk/macam produk supermarket

Senin, 19 Oktober 2020

Merchandiser dan Klasifikasi Prodk

Apakah kamu pernah berpikir ketika belanja di mall, mengapa setiap barang yang kamu lihat ditata sesuai dengan kelompok jenis barang yang berkaitan? Seolah-olah penataannya seperti satu kesatuan yang tak terpisahkan satu sama lain. Sehingga kamu pun terpengaruh untuk membeli barang lainnya yang sebenarnya tidak begitu kamu butuhkan. Barang-barang yang ditata dengan apik tersebut merupakan salah satu strategi yang dibuat oleh seorang merchandiser untuk meningkatkan penjualan barang. Wah, menarik juga ya? Yuk kita pelajari lebih jauh tentang pekerjaan seorang merchandiser di bawah ini! Pengertian Merchandiser Sebelum kamu mempelajari lebih lanjut tentang tugas-tugas apa saja yang harus dilakukan oleh seorang merchandiser pada industri retail, kamu terlebih dahulu harus mengerti tentang definisi merchandiser. Secara garis besar merchandiser adalah orang yang bertugas untuk mengatur tata letak suatu barang dan membuat strategi untuk meningkatkan penjualan barang. Seorang merchandiser harus memiliki jiwa kreatif yang tinggi untuk membuat display toko semenarik mungkin agar konsumen tertarik untuk membeli barang tersebut. Deskripsi Pekerjaan Seorang Merchandiser Mau tahu lebih banyak tentang apa saja pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seorang merchandiser toko? Berikut ini beberapa deskripsi pekerjaan seorang merchandiser yang perlu kamu ketahui jika ingin melamar pekerjaan ini: Menata Produk dengan Baik Kamu harus mengetahui letak setiap rak-rak yang ada di toko tempat kamu bekerja untuk mengatur strategi yang ciamik dalam meletakan produk yang ingin kamu jual. Kamu harus memperhatikan peletakan barang yang kamu pajang baik secara vertikal atau horizontal. Kemudian kamu bisa melakukan observasi peletakan mana yang paling efektif dan efisien dalam meningkatkan penjualan produk toko-mu Mendisplay Produk dengan Menarik Kreativitas yang tinggi dalam mendisplay produk dapat membantumu membuat konsep yang menarik agar barang atau produk yang kamu pajang dapat menarik setiap mata konsumen ketika melihatnya. Setelah kamu berhasil menarik perhatian konsumenmu karena produk yang kamu pajang, kemungkinan besar mereka akan membeli produk tersebut Menjaga Kebersihan Produk yang Dipajang Kebersihan merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Coba saja kamu bayangkan jika produk yang kamu tata dan display itu kotor, apakah kamu masih tertarik untuk membeli barang tersebut? selain membuat konsumen tidak jadi membeli, tokomu bisa dianggap jorok oleh konsumen sehingga konsumen tidak mau lagi datang untuk belanja di tokomu. Membuat Strategi Promosi Produk Diskon pada beberapa produk biasanya sangat menarik perhatian. Terutama bagi ibu-ibu yang sering mencari diskon ketika belanja. Tentu saja kamu tidak bisa sembarangan menentukan barang apa saja yang diskon dan jangan sampai harga diskon tersebut di bawah harga pokok penjualan. Bukannya untung, kamu malah bisa merugi. Jadi, pikirkanlah dengan baik sebelum menentukan barang apa saja yang kamu diskon. Memeriksa Setiap Produk yang Dipajang Setelah melakukan peletakan dan mendisplay produk di tokomu. Kamu perlu berkeliling untuk memeriksa satu demi satu produk tersebut. kamu harus memperhatikan jumlah produk, kebersihan, dan informasi tentang harga barang sudah sesuai dengan ketentuan toko tempat kamu bekerja. Contohnya seperti kamu menjual teko tetapi informasi harganya kompor karena hal tersebut dapat membuat bingung konsumenmu. Bahkan konsumenmu bisa saja batal membeli produk tersebut. Memberikan Informasi yang Tepat Mengenai Produk Informasi mengenai barang dan pricetag sangat penting sekali kamu perhatikan. Jika kamu memberikan informasi yang benar tentang deskripsi produk yang dipajang, maka konsumen akan mudah memahami tentang produk yang ingin ia beli apakah sesuai dengan kebutuhannya atau tidak. Misalnya konsumenmu berniat membeli detergen dengan berat 900 gram, nah konsumenmu akan memperhatikan informasi barang yang menunjukkan berapa berat detergen tersebut. Membuat Laporan Keuangan Dalam membuat laporan keuangan kamu harus memiliki ketelitian dan tingkat keakuratan yang tinggi. Mengapa demikian? Karena jika kamu tidak teliti kamu bisa merugikan toko di mana kamu bekerja. Jadi, kamu harus mempelajari tentang pencatatan keuangan dengan baik ya! Setelah mengetahui tentang merchandiser kita akan membahan mengenai Klasifikasi Produk Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu: 1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu : a) Barang Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. b) Jasa Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik. 2. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu : a. Barang tidak tahan lama (nondurable goods) Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng dan sebagainya. b. Barang tahan lama (durable goods) Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain. 3. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu didasarkan pada siapa konsumennya dan untuk apa produk itu dikonsumsi, maka produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: a) Barang konsumsi (consumer’s goods) Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut. b) Barang industri (industrial’s goods) Barang industri merupakan suatu jenis produk yang masih memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu. Biasanya hasil pemrosesan dari barang industri diperjual belikan kembali. Menurut Kotler (2002, p.451), ”barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga), bukan untuk tujuan bisnis”. Pada umumnya barang konsumen dibedakan menjadi empat jenis : a) Convenience goods Merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya. Contohnya antara lain produk tembakau, sabun, surat kabar, dan sebagainya. b) Shopping goods Barang-barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Contohnya alat-alat rumah tangga, pakaian, furniture, mobil bekas dan lainnya. c) Specialty goods Barang-barang yang memiliki karakteristik dan/atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Misalnya mobil Lamborghini, pakaian rancangan orang terkenal, kamera Nikon dan sebagainya. d) Unsought goods Merupakan barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau kalaupun sudah diketahui, tetapi pada umumnya belum terpikirkan untuk membelinya. Contohnya asuransi jiwa, ensiklopedia, tanah kuburan dan sebagainya. pelajari materi di LKs hal 39-45 Tugas hari ini adalah mengerjakan di kolom komen pertanyaan berikut 1.apa yang disebut dengan desirable produk 2.apa yang dimaksud dengan barang tahan lama 3.apa yang dimaksud selling order 4.jelaskan 3 kelompok barang kebutuhan sehari hari 5.apakah yang dimaksud dg barang belanjaan heterogen semoga Allah mudahkan aamiin

Selasa, 29 September 2020

faktor faktor pencitraan toko

Faktor Pembentuk Store Image - Image dapat terbentuk dari dua faktor komunikasi dan pengalaman konsumen selama mengkonsumsi barang atau jasa yang mereka beli. Echner dan Ritchie dalam Suhartono dan Kusdibyo (2005) berpendapat bahwa komunikasi yang terbentuk antara suatu organisasi dengan publik baik berupa promosi seperti brosur, poster mau pun media informasi melalui koran, TV, majalah, radio mempengaruhi persepsi konsumen terhadap suatu organisasi tersebut. Selain itu dipengaruhi juga oleh promosi dan komunikasi melaui media, persepsi konsumen juga dipengaruhi oleh komunikasi diantara konsumen yang dikenal “word of mounth communication”. Faktor kedua yang mempengaruhi citra (image) adalah pengalaman konsumen baik langsung maupun tidak langsung dalam berhubungan dengan penyedia produk maupun jasa. Pengaruh dari pengalaman berhubungan dengan suatu organisasi ini sangat besar pengaruhnya dalam membentuk persepsi konsumen terhadap suatu organisasi atau toko. Pengalaman konsumen dalam berbelanja akan memberikan kesan di benak konsumen sehingga membentuk store image (citra toko). Komponen Store Image Menurut Berman et al (2001) dalam membentuk store image terdapat 5 variabel yang akan membuat persepsi konsumen terhadap sebuah toko sebagai kepribadian toko yang berbeda dari toko lainnya sehingga konsumen merasa senang dan puas terhadap toko tersebut dan membuat keputusan pembelian. Variabel-variabel tersebut yaitu: 1. Lokasi Pemilihan lokasi sangat menentukan dalam bisnis retail. Lokasi yang letaknya ditengah pusat perdagangan atau pusat kota merupakan harapan semua pemilik bisnis retail. Lokasi toko haruslah mudah untuk dikunjungi oleh para pelanggannya. Tersedianya berbagai jenis sarana angkutan umum untuk para konsumen sehingga konsumen lebih mudah mengunjungi toko tersebut. “Lokasi adalah tempat kedudukan penjual dari tempat kedudukan konsumen dalam arti akses/cara yang harus ditempuh konsumen menuju toko” (Peter dan Olson, 2002: 254). Lokasi yang tepat akan memberikan kemudahan bagi konsumen untuk menjangkau toko, sehingga konsumen tidak perlu mengeluarkan waktu dan biaya yang berlebihan untuk menjangkau toko. Kemudahan dalam menjangkau lokasi toko dengan angkutan umum seperti bus, angkot, becak, dan lain sebagainya memudahkan konsumen untuk menuju toko. Menurut Peter dan Olson, “Lokasi adalah tepat yang baik menjamin tersediannya akses yang cepat, dapat menarik sejumlah besar konsumen, dan cukup kuat untuk mengubah pola berbelanja dan pembelian konsumen.” (2002: 255) Lokasi strategis merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat berpengaruh terhadap masa depan serta pertumbuhan riteler, sehingga mempunyai implikasi yang besar. Pemilihan lokasi termasuk juga kemudahan parkir maupun jarak perjalanan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Lokasi juga akan mempengaruhi store image yang terlihat dari tempat berdirinya toko, konsumen akan mengingat tempat/daerah lokasi toko sehingga konsumen akan mengingat toko dengan baik. Selain itu kekuatan daya tarik toko yang membuat persepsi pada konsumen dengan letak yang strategi dan kemudahan untuk menjangkaunya membuat konsumen melakukan keputusan pembelian di toko tersebut. Seperti pendapat yang di nyatakan David dalam Foster yang mengatakan bahwa “Bila semua faktor mempunyai nilai yang hampir sama dalam memutuskan pilihan toko, pada umumnya konsumen akan memilih toko yang paling dekat, karena hal itu akan memberikan kenyamanan yang lebih bagi konsumen dalam hal waktu dan tenaga” (2008: 52). 2. Produk Pengertian produk menurut Kotler dan Amstrong, “Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan” (2006: 266). Terkaitan dengan store image, produk yang dijual harus berkualitas, dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen, selain itu produk yang ada di dalam toko memiliki keluasan dan kedalaman produk (product assortment) atau bauran barang dagangan (merchandise mix). Keluasan itu menunjukan pada keragaman produk yang ditawarkan, sedangkan kedalaman itu menunjuk pada jumlah merek-merek yang berbeda dalam setiap ragam. Menurut Kotler dan Amstrong, kualitas produk merupakan karakteristik produk yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan (2006: 272). Kualitas produk merupakan hal yang penting dalam pembentukan store image karena konsumen datang ke toko untuk membeli produk yang di jual di toko, dengan kualitas produk yang baik maka konsumen akan merasa puas terhadap produk yang dijual di toko tersebut. 3. Harga Menurut Daniel, “Harga adalah sesuatu yang diserahkan dalam penukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa” (2001: 268). Harga pengecer merupakan faktor yang penting dalam penentuan posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasarannya. Pedagang eceran harus memperhatikan taktik persaingan harga. Sebuah toko dapat menjadi terkenal karena harga jual yang ditetapkan cukup murah atau harga jual yang ditetapkan merupakn harga pasti. Berdasarkan hal itu, pengecer harus dapat menetapkan harga yang tepat untuk barang-barangnya, sehingga kelancaran penjualan barang akan lebih terjamin. Semua pengecer senantiasa berkeinginan menetapkan harga yang tinggi dengan volume penjualan yang tinggi pula, namun kedua hal ini sulit diterapkan secara bersamaan. 4. Pelayanan Konsumen Zeithaml dan Bitner menyatakan bahwa, "Service are deeds, processes, and performances. The services are not tangible things that can be touched, seen, and felt, but rather are intangible deeds and performance” artinya pelayanan adalah perbuatan, proses, dan kinerja. Jasa tidak berwujud yang tidak dapat dipegang, dilihat, dan dirasakan tetapi lebih dari suatu perbuatan nyata dan kinerja (2000: 5). Pengertian lain menurut utami, pelayanan adalah suatu keinginan konsumen untuk dilayani dan pelayanan berhubungan dengan penjualan produk yang akan dibeli konsumen, misalanya pemberiaan fasilitas alternatif pembayaran, pemasangan perlengkap, merubah model untuk pakaian, dan sebagainya (2010:88). Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jasa atau layanan merupakan suatu kegiatan yang memiliki unsur ketidak berwujud dan intangibility yang berhubungan dengannya, yang melibatkan beberapa interaksi dengan konsumen atau dengan properti dalam kepemilikannya, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan kondisi mungkin saja terjadi dan produksi jasa bisa saja berhubungan atau bisa pula tidak berhubungun dengan produk fisik seperti tenaga penjualan yang ramah, adanya bantuaan dari tenaga penjualan atas informasi yang terkait denga produk, dan pemberian ungkapan-ungkapan persetujuan dan solusi atas keluhan pada tenaga penjualan. 5. Fasilitas Fisik Menurut Utami, “fasilitas fisik adalah faktor penentu dalam mendominasi pangsa pasar yang diinginkan oleh perusahaan ritel karena mencangkup ada fasilitas-fasilitas yang dibuat perusahaan seperti tempat parkir, toilet, tempat ibadah, dan lain-lain” (2010: 89). Fasilitas Fisik sebagai penunjang bangunan pokok dan produk yang dijual, juga mempunyai pengaruh yang kuat bagi konsumen. Konsumen menyukai berbelanja pada toko retail yang memiliki fasilitas fisik yang baik, yang mampu memberikan rasa nyaman ketika sedang berbelanja. Misalnya, pengaruh dari eksterior bangunan, tidak kecil nilainya, ini merupakan bagian pertama yang dilihat oleh konsumen. Sisi dalam toko, misalnya layout dan display, dinding dan warna lantai, penerangan, musik, dan suhu ruangan juga memberikan kontribusi terhadap citra toko. tugas di jawab di comment blog dg menyebutkan nama dan kelas bila kalian belanja di Indomaret/Alfamart jelaskan pendapat kalian tentang 1. barang dagangannya a.apakah kualitas yg dijual bagus b.jelaskan tentang harga yg ada c.jelaskan keanekaragman produk yang dijual 2.Apa contoh promosi yang dijalankan indomart/alfamart 3.jelaskan kenyamanan belanja di alfaart/indomart 4.apa saja fasilitas di toko tersebut 5.jelaskan tentang pelayanan ditoko tersebut semoga Allah mudahkan

Kamis, 24 September 2020

CITRA TOKO

Guna memperoleh respon berupa kepuasan konsumen, pemilik usaha ritel harus menerapkan berbagai strategi, salah satu di antaranya adalah strategi citra toko. Karena citra toko dapat mempengaruhi proses pembelian terhadap suatu produk. Citra yang baik juga akan menyebabkan konsumen mengabaikan informasi dari perusahaan lain dan tetap setia pada produk yang kita tawarkan, karena konsumen tersebut sudah percaya dengan produk kita, sehingga kepuasan dan loyalitas konsumen pun dapat terwujud. Pengertian Citra Toko (Store Image) Menurut Kotler (2002: 553), Citra merupakan seperangkat keyakinan ide, dan kesan yang dimiliki seseorang terhadap suatu obyek. Citra yang baik menyebabkan konsumen mengabaikan informai dari perusahaan lain dan tetap setia pada produk yang kita tawarkan, karena komumen terebut sudah percaya dengan produk kita sehingga loyalitas konsumen pun dapat terwujud Menurut Ma’ruf (2005: 182) unsur-unsur yang membentuk citra toko adalah sebagai berikut : Merchandise, yang terdiri dari harga, kualitas, keragaman kategori, dan ketersediaan item (warna, ukuran, jenis) Lokasi yang mudah dijangkau, aman, dan berada dalam suatu pusat perbelanjaan atau dekat dengan gerai gerai ritel lainnya Mengutamakan pelayanan pada segman tenentu yang sesuai dengan karakteristik demografi calon pembeli. Pelayanan, yang tediri dari pilihan cara bayar, tersedianya food corner, jasa antar kerumah untuk produk tertentu, catalog yang dikirimkan kerumah Pramuniaga staf kasir, yang terdiri dari perilaku, dalam melayani. pengetahuan produk, jumlah tenaga yang memadai. Citra kepribadian perusahaan atau toko, yang dari tulus, menarik, kompeten, canggih, lengkap atau serba ada. Fasilitas yang terdiri dari gift wrapping, food court, toilet, parkir, pelayanan antar kerumah. Sore ambience yang terdiri dari dekorasi eksterior dan interiot, atmosfer toko, sirkulasi dalam toko, penataan merchandise, display yang menarik. Promosi yang terdiri dari hadiah barang, penjualan diskon, even husus, program kupon, dan program undian berhadiah. Christina Widya Utami, berdasarkan Yoo (2010:272) menjelaskan jika citra toko terdiri dari dimensi sebagai berikut: Barang dagangan yang terdiri dari kualitas produk yang dijual, harga yang lebih rendah di banding toko lain, dan keanekaragaman produk Promosi, yang terdiri dari item misalnya penyediaan informaasi produk baru, iklan dengan daya tariknya dan bisa di percaya. Kenyamanan, yang terdiri dari item misalnya keleluasaan bergerak didalam toko, kemudahan menemukan barang-barang yang diinginkan, kemudahan jalan masuk dan keluar ke tempat parkir, terdapat jalur penghubung dengan transportasi umum, penyediaan lahan parkir gratis Fasilitas toko yang terdiri dari item fasilitas yang bersih dan kemudahan menggunakan fasilitas toko Pelayanan penjual yang terdiri dari item tenaga penjualan yang ramah. Adanya bantuan dari tenaga penjual atas infomasi yang terkait dengan produk, dan Pelayanan konsumen yang menakjubkan Atmosfer toko yang terdiri dari item atmosfer toko yang menyenangkan, Atmosfer toko yang santai. Dekorasi dan presentasi produk yang bagus. Atmosfer pencahayaan, wama dan fasilitas yang Bagus dan merek terkenal yang terdiri dari item menjual produk dengan nama merek terkenal dan citra high class. Citra Toko Perspektif Islam Islam mengajarkan memelihara citra berupa penampilan dan kecantikan pun. Sesungguhnya islam adalah agama yang sempuma, memperhatikan aspek- aspek kehidupan secara menyeluruh agar ia mendatangkan kebaikan kepada setiap pengikutnya. Sudah menjadi fitrah bahwa manusia cenderung kepada keindahan, ketampanan, kecantikan dan jika ditinggalkan berarti adanya sesuatu yang tidak normal baik di sisi manusiawi atau kesalahfahaman terhadap islam itu sendiri. Penampilan yang bagus, selagi syar’i adalah tuntutan kehidupan. Baik dalam bidang pekerjaan maupun dakwah, penampilan memainkan peranan penting dalam penonjolan citra, penerimaan orang (istiqah) Pemasar juga di haruskan memunculkan citra yang baik terhadap konsumen, sehingga muncul kesan atau pengalaman yang baik dalam benak konsumen terhadap produk atau jasa tersebut. Bahkan ditinjau dari kajian islam yang terdapat dalam QS As-Syu’ara, 26:183 sebagai berikut: Artinya : “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan” Ayat tersebut menjelaskan bahwa kita sebagai pemasar harus menciptakan citra yang baik juga mempertakukan konsumen dengan baik pula, sesuai dengan hak-hak yang harus mereka terima. sehingga konsumen merasa puas atas produk dan jasa yang mereka konsumsi dari kita. ELEMEN PENCITRAAN TOKO
untuk menganalisa citra toko silahkan jawab pertanyaan ini dalam comment blog ya...silahkan mengerjakan 1. Dimana biasanya konsumen berbelanja belakangan ini ? 2. Apa alasan konsumen berbelanja di sana ? 3. Berapa jarak yang harus ditempuh konsumen untuk sampai di toko ? 4. Apakah konsumen cenderung untuk berbelanja ke lokasi toko yang mudah dijangkau ? 5. Apakah konsumen menyukai konsep berbelanja sambil rekreasi (menonton film atau makan siang/malam) dalam satu waktu ? 6. Manakah yang lebih disukai oleh konsumen, berbelanja di kota atau di daerah pinggiran ? 7. Manakah yang lebih disukai konsumen dalam berbelanja self service atau dilayani oleh pelayan ? 8. Jenis pembayaran manakah yang sering dilakukan oleh konsumen, kredit atau cash ? 9. Seberapa penting sistem pengiriman barang/delivery, pengepakan dan jasa lainnya bagi konsumen ? 10. Seberapa sering konsumen berbelanja ?

persiapan UTS genap

 siswa siswa silahkan meringkas materi ibu dari awal semester genap ya bolahe dari lks bolaeh dari gooegleclassroom di buku tulis dan kirim ...