Selasa, 29 September 2020

faktor faktor pencitraan toko

Faktor Pembentuk Store Image - Image dapat terbentuk dari dua faktor komunikasi dan pengalaman konsumen selama mengkonsumsi barang atau jasa yang mereka beli. Echner dan Ritchie dalam Suhartono dan Kusdibyo (2005) berpendapat bahwa komunikasi yang terbentuk antara suatu organisasi dengan publik baik berupa promosi seperti brosur, poster mau pun media informasi melalui koran, TV, majalah, radio mempengaruhi persepsi konsumen terhadap suatu organisasi tersebut. Selain itu dipengaruhi juga oleh promosi dan komunikasi melaui media, persepsi konsumen juga dipengaruhi oleh komunikasi diantara konsumen yang dikenal “word of mounth communication”. Faktor kedua yang mempengaruhi citra (image) adalah pengalaman konsumen baik langsung maupun tidak langsung dalam berhubungan dengan penyedia produk maupun jasa. Pengaruh dari pengalaman berhubungan dengan suatu organisasi ini sangat besar pengaruhnya dalam membentuk persepsi konsumen terhadap suatu organisasi atau toko. Pengalaman konsumen dalam berbelanja akan memberikan kesan di benak konsumen sehingga membentuk store image (citra toko). Komponen Store Image Menurut Berman et al (2001) dalam membentuk store image terdapat 5 variabel yang akan membuat persepsi konsumen terhadap sebuah toko sebagai kepribadian toko yang berbeda dari toko lainnya sehingga konsumen merasa senang dan puas terhadap toko tersebut dan membuat keputusan pembelian. Variabel-variabel tersebut yaitu: 1. Lokasi Pemilihan lokasi sangat menentukan dalam bisnis retail. Lokasi yang letaknya ditengah pusat perdagangan atau pusat kota merupakan harapan semua pemilik bisnis retail. Lokasi toko haruslah mudah untuk dikunjungi oleh para pelanggannya. Tersedianya berbagai jenis sarana angkutan umum untuk para konsumen sehingga konsumen lebih mudah mengunjungi toko tersebut. “Lokasi adalah tempat kedudukan penjual dari tempat kedudukan konsumen dalam arti akses/cara yang harus ditempuh konsumen menuju toko” (Peter dan Olson, 2002: 254). Lokasi yang tepat akan memberikan kemudahan bagi konsumen untuk menjangkau toko, sehingga konsumen tidak perlu mengeluarkan waktu dan biaya yang berlebihan untuk menjangkau toko. Kemudahan dalam menjangkau lokasi toko dengan angkutan umum seperti bus, angkot, becak, dan lain sebagainya memudahkan konsumen untuk menuju toko. Menurut Peter dan Olson, “Lokasi adalah tepat yang baik menjamin tersediannya akses yang cepat, dapat menarik sejumlah besar konsumen, dan cukup kuat untuk mengubah pola berbelanja dan pembelian konsumen.” (2002: 255) Lokasi strategis merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat berpengaruh terhadap masa depan serta pertumbuhan riteler, sehingga mempunyai implikasi yang besar. Pemilihan lokasi termasuk juga kemudahan parkir maupun jarak perjalanan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Lokasi juga akan mempengaruhi store image yang terlihat dari tempat berdirinya toko, konsumen akan mengingat tempat/daerah lokasi toko sehingga konsumen akan mengingat toko dengan baik. Selain itu kekuatan daya tarik toko yang membuat persepsi pada konsumen dengan letak yang strategi dan kemudahan untuk menjangkaunya membuat konsumen melakukan keputusan pembelian di toko tersebut. Seperti pendapat yang di nyatakan David dalam Foster yang mengatakan bahwa “Bila semua faktor mempunyai nilai yang hampir sama dalam memutuskan pilihan toko, pada umumnya konsumen akan memilih toko yang paling dekat, karena hal itu akan memberikan kenyamanan yang lebih bagi konsumen dalam hal waktu dan tenaga” (2008: 52). 2. Produk Pengertian produk menurut Kotler dan Amstrong, “Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan” (2006: 266). Terkaitan dengan store image, produk yang dijual harus berkualitas, dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen, selain itu produk yang ada di dalam toko memiliki keluasan dan kedalaman produk (product assortment) atau bauran barang dagangan (merchandise mix). Keluasan itu menunjukan pada keragaman produk yang ditawarkan, sedangkan kedalaman itu menunjuk pada jumlah merek-merek yang berbeda dalam setiap ragam. Menurut Kotler dan Amstrong, kualitas produk merupakan karakteristik produk yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan (2006: 272). Kualitas produk merupakan hal yang penting dalam pembentukan store image karena konsumen datang ke toko untuk membeli produk yang di jual di toko, dengan kualitas produk yang baik maka konsumen akan merasa puas terhadap produk yang dijual di toko tersebut. 3. Harga Menurut Daniel, “Harga adalah sesuatu yang diserahkan dalam penukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa” (2001: 268). Harga pengecer merupakan faktor yang penting dalam penentuan posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasarannya. Pedagang eceran harus memperhatikan taktik persaingan harga. Sebuah toko dapat menjadi terkenal karena harga jual yang ditetapkan cukup murah atau harga jual yang ditetapkan merupakn harga pasti. Berdasarkan hal itu, pengecer harus dapat menetapkan harga yang tepat untuk barang-barangnya, sehingga kelancaran penjualan barang akan lebih terjamin. Semua pengecer senantiasa berkeinginan menetapkan harga yang tinggi dengan volume penjualan yang tinggi pula, namun kedua hal ini sulit diterapkan secara bersamaan. 4. Pelayanan Konsumen Zeithaml dan Bitner menyatakan bahwa, "Service are deeds, processes, and performances. The services are not tangible things that can be touched, seen, and felt, but rather are intangible deeds and performance” artinya pelayanan adalah perbuatan, proses, dan kinerja. Jasa tidak berwujud yang tidak dapat dipegang, dilihat, dan dirasakan tetapi lebih dari suatu perbuatan nyata dan kinerja (2000: 5). Pengertian lain menurut utami, pelayanan adalah suatu keinginan konsumen untuk dilayani dan pelayanan berhubungan dengan penjualan produk yang akan dibeli konsumen, misalanya pemberiaan fasilitas alternatif pembayaran, pemasangan perlengkap, merubah model untuk pakaian, dan sebagainya (2010:88). Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jasa atau layanan merupakan suatu kegiatan yang memiliki unsur ketidak berwujud dan intangibility yang berhubungan dengannya, yang melibatkan beberapa interaksi dengan konsumen atau dengan properti dalam kepemilikannya, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan kondisi mungkin saja terjadi dan produksi jasa bisa saja berhubungan atau bisa pula tidak berhubungun dengan produk fisik seperti tenaga penjualan yang ramah, adanya bantuaan dari tenaga penjualan atas informasi yang terkait denga produk, dan pemberian ungkapan-ungkapan persetujuan dan solusi atas keluhan pada tenaga penjualan. 5. Fasilitas Fisik Menurut Utami, “fasilitas fisik adalah faktor penentu dalam mendominasi pangsa pasar yang diinginkan oleh perusahaan ritel karena mencangkup ada fasilitas-fasilitas yang dibuat perusahaan seperti tempat parkir, toilet, tempat ibadah, dan lain-lain” (2010: 89). Fasilitas Fisik sebagai penunjang bangunan pokok dan produk yang dijual, juga mempunyai pengaruh yang kuat bagi konsumen. Konsumen menyukai berbelanja pada toko retail yang memiliki fasilitas fisik yang baik, yang mampu memberikan rasa nyaman ketika sedang berbelanja. Misalnya, pengaruh dari eksterior bangunan, tidak kecil nilainya, ini merupakan bagian pertama yang dilihat oleh konsumen. Sisi dalam toko, misalnya layout dan display, dinding dan warna lantai, penerangan, musik, dan suhu ruangan juga memberikan kontribusi terhadap citra toko. tugas di jawab di comment blog dg menyebutkan nama dan kelas bila kalian belanja di Indomaret/Alfamart jelaskan pendapat kalian tentang 1. barang dagangannya a.apakah kualitas yg dijual bagus b.jelaskan tentang harga yg ada c.jelaskan keanekaragman produk yang dijual 2.Apa contoh promosi yang dijalankan indomart/alfamart 3.jelaskan kenyamanan belanja di alfaart/indomart 4.apa saja fasilitas di toko tersebut 5.jelaskan tentang pelayanan ditoko tersebut semoga Allah mudahkan

Kamis, 24 September 2020

CITRA TOKO

Guna memperoleh respon berupa kepuasan konsumen, pemilik usaha ritel harus menerapkan berbagai strategi, salah satu di antaranya adalah strategi citra toko. Karena citra toko dapat mempengaruhi proses pembelian terhadap suatu produk. Citra yang baik juga akan menyebabkan konsumen mengabaikan informasi dari perusahaan lain dan tetap setia pada produk yang kita tawarkan, karena konsumen tersebut sudah percaya dengan produk kita, sehingga kepuasan dan loyalitas konsumen pun dapat terwujud. Pengertian Citra Toko (Store Image) Menurut Kotler (2002: 553), Citra merupakan seperangkat keyakinan ide, dan kesan yang dimiliki seseorang terhadap suatu obyek. Citra yang baik menyebabkan konsumen mengabaikan informai dari perusahaan lain dan tetap setia pada produk yang kita tawarkan, karena komumen terebut sudah percaya dengan produk kita sehingga loyalitas konsumen pun dapat terwujud Menurut Ma’ruf (2005: 182) unsur-unsur yang membentuk citra toko adalah sebagai berikut : Merchandise, yang terdiri dari harga, kualitas, keragaman kategori, dan ketersediaan item (warna, ukuran, jenis) Lokasi yang mudah dijangkau, aman, dan berada dalam suatu pusat perbelanjaan atau dekat dengan gerai gerai ritel lainnya Mengutamakan pelayanan pada segman tenentu yang sesuai dengan karakteristik demografi calon pembeli. Pelayanan, yang tediri dari pilihan cara bayar, tersedianya food corner, jasa antar kerumah untuk produk tertentu, catalog yang dikirimkan kerumah Pramuniaga staf kasir, yang terdiri dari perilaku, dalam melayani. pengetahuan produk, jumlah tenaga yang memadai. Citra kepribadian perusahaan atau toko, yang dari tulus, menarik, kompeten, canggih, lengkap atau serba ada. Fasilitas yang terdiri dari gift wrapping, food court, toilet, parkir, pelayanan antar kerumah. Sore ambience yang terdiri dari dekorasi eksterior dan interiot, atmosfer toko, sirkulasi dalam toko, penataan merchandise, display yang menarik. Promosi yang terdiri dari hadiah barang, penjualan diskon, even husus, program kupon, dan program undian berhadiah. Christina Widya Utami, berdasarkan Yoo (2010:272) menjelaskan jika citra toko terdiri dari dimensi sebagai berikut: Barang dagangan yang terdiri dari kualitas produk yang dijual, harga yang lebih rendah di banding toko lain, dan keanekaragaman produk Promosi, yang terdiri dari item misalnya penyediaan informaasi produk baru, iklan dengan daya tariknya dan bisa di percaya. Kenyamanan, yang terdiri dari item misalnya keleluasaan bergerak didalam toko, kemudahan menemukan barang-barang yang diinginkan, kemudahan jalan masuk dan keluar ke tempat parkir, terdapat jalur penghubung dengan transportasi umum, penyediaan lahan parkir gratis Fasilitas toko yang terdiri dari item fasilitas yang bersih dan kemudahan menggunakan fasilitas toko Pelayanan penjual yang terdiri dari item tenaga penjualan yang ramah. Adanya bantuan dari tenaga penjual atas infomasi yang terkait dengan produk, dan Pelayanan konsumen yang menakjubkan Atmosfer toko yang terdiri dari item atmosfer toko yang menyenangkan, Atmosfer toko yang santai. Dekorasi dan presentasi produk yang bagus. Atmosfer pencahayaan, wama dan fasilitas yang Bagus dan merek terkenal yang terdiri dari item menjual produk dengan nama merek terkenal dan citra high class. Citra Toko Perspektif Islam Islam mengajarkan memelihara citra berupa penampilan dan kecantikan pun. Sesungguhnya islam adalah agama yang sempuma, memperhatikan aspek- aspek kehidupan secara menyeluruh agar ia mendatangkan kebaikan kepada setiap pengikutnya. Sudah menjadi fitrah bahwa manusia cenderung kepada keindahan, ketampanan, kecantikan dan jika ditinggalkan berarti adanya sesuatu yang tidak normal baik di sisi manusiawi atau kesalahfahaman terhadap islam itu sendiri. Penampilan yang bagus, selagi syar’i adalah tuntutan kehidupan. Baik dalam bidang pekerjaan maupun dakwah, penampilan memainkan peranan penting dalam penonjolan citra, penerimaan orang (istiqah) Pemasar juga di haruskan memunculkan citra yang baik terhadap konsumen, sehingga muncul kesan atau pengalaman yang baik dalam benak konsumen terhadap produk atau jasa tersebut. Bahkan ditinjau dari kajian islam yang terdapat dalam QS As-Syu’ara, 26:183 sebagai berikut: Artinya : “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan” Ayat tersebut menjelaskan bahwa kita sebagai pemasar harus menciptakan citra yang baik juga mempertakukan konsumen dengan baik pula, sesuai dengan hak-hak yang harus mereka terima. sehingga konsumen merasa puas atas produk dan jasa yang mereka konsumsi dari kita. ELEMEN PENCITRAAN TOKO
untuk menganalisa citra toko silahkan jawab pertanyaan ini dalam comment blog ya...silahkan mengerjakan 1. Dimana biasanya konsumen berbelanja belakangan ini ? 2. Apa alasan konsumen berbelanja di sana ? 3. Berapa jarak yang harus ditempuh konsumen untuk sampai di toko ? 4. Apakah konsumen cenderung untuk berbelanja ke lokasi toko yang mudah dijangkau ? 5. Apakah konsumen menyukai konsep berbelanja sambil rekreasi (menonton film atau makan siang/malam) dalam satu waktu ? 6. Manakah yang lebih disukai oleh konsumen, berbelanja di kota atau di daerah pinggiran ? 7. Manakah yang lebih disukai konsumen dalam berbelanja self service atau dilayani oleh pelayan ? 8. Jenis pembayaran manakah yang sering dilakukan oleh konsumen, kredit atau cash ? 9. Seberapa penting sistem pengiriman barang/delivery, pengepakan dan jasa lainnya bagi konsumen ? 10. Seberapa sering konsumen berbelanja ?

Senin, 14 September 2020

pendalaman materi sebelum mid

setelah kalian mengerjakan soal hal 36-38 modul,untuk pendalaman materi silahkan kalian merinkas materi modul bab 1 dan 2 dengan cara menandai yang penting di modul semoga sebelum mid semester materi yg sudah kita pelajari kalian pahami betul terimakash

Selasa, 01 September 2020

Atribut produk

Atribut produk merupakan unsur-unsur yang menjadi pengembangan atau pembeda pada suatu produk, sehingga memberikan nilai tambah, manfaat serta menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk dapat berupa fitur, kualitas, harga, kemasan, merek, garansi dan pelayanan. Atribut produk ini mempunyai pengaruh besar pada persepsi pembeli terhadap produk. Selain membedakan suatu produk dengan produk lain, atribut produk juga harus mampu menjadi suatu daya tarik bagi konsumen. Hal itu disebabkan karena secara fisik atribut produk membawa berbagai macam manfaat yang dibutuhkan dan diinginkan pembeli Unsur dan Komponen Atribut Produk 1. Kualitas Produk Kualitas produk adalah salah satu sarana positioning utama untuk pemasar. Mempunyai dampak langsung pada kinerja produk. Oleh karena itu kualitas berhubungan erat dengan nilai dan kepuasan pelanggan. 2. Fitur Produk Fitur produk adalah sebuah produk dapat ditawarkan dalam beragam fitur, model dasar, model tanpa tambahan apapun, merupakan titik awal. Perusahaan dapat menciptakan tingkat model yang lebih tinggi dengan menambahkan lebih banyak fitur. Fitur adalah sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk perusahaan dari produk pesaing. Menjadi produsen pertama yang memperkealkan fitur baru yang bernilai merupakan salah satu cara paling efektif untuk bersaing. 3. Gaya dan Desain Produk Desain memiliki konsep yang lebih luas daripada gaya (style). Desain selain mempertimbangkan faktor penampilan, juga bertujuan untuk memperbaiki kinerja produk, mengurangi biaya produksi, dan menambah keunggulan bersaing. 4. Merek Mungkin keahlian pemasar profesional yang paling istimewa adalah kemampuan mereka untuk membangun dan mengelola merek. Merek (brand) adalah sebuah nama, istilah, tanda, lambang atau desain, atau kombinasi semua ini, yang menunjukkan identitas pembuat atau penjual produk atau jasa. Konsumen akan memandang merek sebagai bagian penting dari produk, dan penetapan merek bisa menambah nilai bagi suatu produk. 5. Kemasan Kemasan (packaging) melibatkan perancangan dan produksi wadah atau pembungkus untuk sebuah produk. Fungsi utama kemasan adalah menyimpan dan melindungi produk. Kemasan yang didesain dengan buruk bisa menyebabkan konsumen pusing dan perusahaan kehilangan penjualan. Sebaliknya, kemasan yang inovatif bisa memberikan manfaat kepada perusahaan melebihi pesaing dan mendorong penjualan. 6. Label Label berkisar dari penanda sederhana yang ditempelkan pada produk sampai rangkaian huruf rumit yang menjadi bagian kemasan. Label mempunyai beberapa fungsi. Setidaknya label menunjukkan produk atau merek, seperti nama Sunkist yang tercantum pada jeruk. Label juga bisa menggambarkan beberapa hal tentang produk siapa yang membuatnya, dimana produk itu dibuat, kapan produk itu dibuat, kandungannya, cara pemakainya, dan bagaimana menggunakan produk itu dengan aman. 7. Pelayanan Pendukung Produk Pelayanan pelanggan adalah elemen lain dalam strategi produk. Penawaran perusahaan biasanya meliputi beberapa pelayanan pendukung, yang bisa menjadi bagian kecil atau bagian besar dari seluruh penawaran. demikianlah materi desain atribut produk silahkan pelajari modul /lks hal 26 sampai 35 ya...

Desain produk

Desain produk adalah suatu kreatifitas dalam memecahkan masalah dengan target yang jelas. Dalam hal ini, sebuah desain pada layanan atau barang produksi tidak hanya sebuah rancangan di atas kertas belaka namun lebih mengutamakan proses dari awal hingga akhir dengan melibatkan rancangan, gagasan yang harus terwujud serta memiliki nilai estetika yang tinggi. Desain produk menggambarkan proses membayangkan, menciptakan, dan mengulangi produk yang memecahkan masalah pengguna atau memenuhi kebutuhan spesifik di pasar tertentu. Kunci dari desain produk yang sukses adalah pemahaman tentang pelanggan pengguna akhir, target kenapa produk tersebut dibuat. Desainer produk berusaha memecahkan masalah nyata bagi orang-orang nyata dengan menggunakan empati dan pengetahuan tentang kebiasaan, perilaku, frustrasi, kebutuhan, dan keinginan calon pelanggan mereka. Maka desain pada produk disebut juga sebuah ide dan hasil kreasi manusia yang memiliki nilai manfaat serta nilai tambah bagi khalayak luas. Spesifikasi dari sebuah desain pada produk mempertimbangkan adanya proses produksi, harapan khalayak serta keputusan final yang telah dianalisa. Pentingnya Desain Produk bagi Perusahaan Dalam menciptakan sebuah desain untuk barang atau layanan yang diproduksi akan terjadi proses yang sangat panjang. Oleh karena itu hasil dari desain untuk barang atau layanan yang diproduksi merupakan sebuah hal yang paling penting bagi perusahaan. Bahkan desain pada hasil produksi itu sendiri bersifat sangat sensitif. Karena akan menentukan pula keberhasilan atau pun kegagalan dalam ranah bisnis. Perusahaan akan mengutamakan proses serta pengembangan ide dari desain pada layanan atau barang yang diproduksi tersebut. Maka dalam tahapan sebuah desain pada produk itu sendiri perlu adanya penanganan khusus mulai dari awal hingga akhir hingga terciptanya sebuah desain baru yang inovatif atau pengembangan desain pada barang atau layanan yang diproduksi itu sendiri yang lebih unik dan menarik menjadi sebuah produk nyata. Jenis dari Desain Produk Dalam pengembangan suatu desain dari hasil yang diproduksi ada dua ada jenis yang bisa dikembangkan untuk menghasilkan produk secara nyata. 1. Desain yang Benar-Benar Baru Sebuah desain yang benar-benar baru artinya pada awal perencanaan sudah mematangkan ide yang berbeda dan belum pernah ada. Sebuah prototype baru yang ada di pasaran. Hasil dari melakukan penelitian yang mendalam serta adanya inovasi dalam mewujudkan desain pada hasil produksi dengan tampilan lain dari pada yang lain serta kreatif. 2. Modifikasi Desain yang Sudah Ada Pada saat menghasilkan desain pada produk modifikasi memang lebih mudah dilakukan. Namun, tetap saja pada modifikasi sebuah desain harus menonjolkan ciri khas tersendiri. Tidak serta merta sama dengan desain pada barang atau layanan yang diproduksi sudah ada di pasaran. Sebuah desain akan berfungsi lebih baik jika adanya pembaharuan terhadap desain yang sudah ada di pasaran. Hal tersebut bisa terjadi pada produk baru maupun variasi produk yang ada di pasaran. Adapun dari tujuan desain dari hasil produksi itu sendiri, secara umum bisa dijabarkan berikut ini, Adanya hasil sebuah produk berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi. Menyesuaikan kebutuhan konsumen dengan menghasilkan produk yang sedang tren pada masanya. Pembuat sebuah produk yang ekonomis tanpa mengurangi kualitas serta nilai jual dan manfaat yang dihasilkan sebuah produk. Untuk meningkatkan pangsa pasar serta melakukan target kepada segmen pasar yang baru. Fungsi Desain pada Produk untuk Pengembangan Bisnis Adapun fungsi dari desain pada barang atau layanan yang diproduksi yaitu sebagai identitas dari produk itu sendiri, jadi pelindung untuk produk dan menambah nilai jual suatu produk. Sementara itu nilai manfaat dari desain dari hasil produksi tentu menjadi hal yang diperhatikan oleh konsumen. 1. Menjadikan Konsumen Puas Akan Pelayanan Konsumen akan lebih melirik sebuah produk berdasarkan desain yang ditampilkan. Karena dengan melihat desain yang berkualitas, penampilan yang menarik, kemudahan penggunaan serta minim kendala menjadikan konsumen mengambil kesimpulan bahwa hasil produksi tentu bermutu dan berkualitas. 2. Faktor Penentuan Sebuah Kesuksesan Produk Sebuah penciptaan dan inovasi dalam menghasilkan desain pada barang atau jasa akan membawa manfaat yang besar dalam sebuah bisnis. Dengan adanya faktor penentuan sebuah kesuksesan produk akan meningkatkan kinerja, efisiensi serta bisa mengurangi biaya dan resiko untuk bisnis yang dijalankan. 3. Meningkatkan Penjualan Dalam menjangkau pasar yang lebih luas maka diperlukan sebuah desain pada hasil produksi yang inovatif serta kreatif. Karena adanya desain yang unik tersebut merupakan faktor penentu sebuah kesuksesan suatu produk atau jasa. Tentunya akan berpengaruh pada penjualan serta meningkatnya pengembalian investasi sebuah bisnis. 4. Desain Pada Produk Meningkatkan Kualitas Perusahaan Sebuah perusahaan dikatakan sukses jika menghasilkan sebuah desain pada hasil produksi yang cermat, dengan adanya optomalisasi penggunaan bahan, pengurangan biaya produksi serta meminimalisir pemborosan. Selain itu desain pada hasil produksi yang dihasilkan mampu memiliki sebuah karakteristik yang unik. 5. Peningkatan Dalam Pengembangan Bisnis Desain pada hasil produksi baik yang baru maupun pengembangan dari desain yang sudah ada tentu akan berpengaruh pada proses penjualan sebuah layanan atau barang yang sudah diproduksi. Konsumen cenderung menilai secara visual. Baik produk maupun jasa jika terlihat nilai estetika produknya tinggi tentu berpengaruh pada produk. Oleh karena itu, penjualan produk itu sendiri akan meningkat. Dengan begitu sangat memengaruhi bisnis yang sedang dikembangkan. Demikianlah pembahasan tentang desain produk

persiapan UTS genap

 siswa siswa silahkan meringkas materi ibu dari awal semester genap ya bolahe dari lks bolaeh dari gooegleclassroom di buku tulis dan kirim ...